oleh

Bupati dan Wabup Sumbawa Tegaskan Komitmen: Pemerintahan Efektif, Efisien, dan Berorientasi Digital

Sumbawa Besar – “Kita harus siap beradaptasi, berinovasi, dan bekerja lebih cerdas demi Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera!” tegas Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam rapat koordinasi perdana yang digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur RSUD, para Kabag, Camat, serta Lurah se-Kabupaten Sumbawa ini, Bupati menekankan bahwa pemerintahan yang efektif dan efisien harus segera diwujudkan.

Salah satu sorotan utama dalam rapat ini adalah pentingnya efisiensi anggaran. Bupati H. Jarot menekankan bahwa anggaran harus difokuskan pada program-program yang benar-benar produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Terobosan Presiden Prabowo dalam efisiensi anggaran harus kita adopsi di daerah. Tidak boleh ada anggaran yang mubazir. Refocusing anggaran menjadi keharusan,” ujar Bupati.

Selain itu, ia meminta agar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) segera diselesaikan. Dokumen ini harus sejalan dengan Asta Cita dan Quick Win Pemerintah Pusat agar pembangunan daerah berjalan harmonis.

Dalam sektor investasi, Bupati menegaskan bahwa tidak boleh ada ego sektoral yang menghambat proses perizinan. Semua perangkat daerah harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif.

Bupati juga menegaskan komitmennya terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Udang Sumbawa dengan investasi senilai Rp7 triliun. “Proyek ini akan membawa dampak ekonomi besar bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Sumbawa,” katanya.

Untuk mendukung investasi dan pembangunan, penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) juga menjadi prioritas. “Jangan sampai pembangunan terhambat hanya karena regulasi yang tidak sinkron,” tegasnya.

Baca Juga :  Peringati HUT Kabupaten Sumbawa ke-66, Bupati Resmi Lepas Pasukan Kirab Panji Lambang Daerah

Selain investasi, kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama Bupati dan Wabup. Beberapa langkah yang segera diterapkan meliputi, pembersihan tempat umum, jalan utama, kantor pemerintahan, dan kantor desa, penataan Ruang Terbuka Hijau, termasuk Gelanggang Olahraga Mampis Rungan, pembersihan toilet di kantor pemerintahan dan fasilitas umum, penghentian pemasangan spanduk dan banner secara sembarangan di pohon.

“Kita ingin menciptakan Sumbawa yang lebih bersih, tertata, dan nyaman. Kantor pemerintahan harus menjadi contoh kebersihan bagi masyarakat,” kata Bupati.

Transformasi digital dalam birokrasi juga menjadi prioritas utama. Beberapa langkah yang segera diterapkan antara lain, penerapan sistem paperless untuk mengurangi penggunaan kertas dan tinta dalam administrasi pemerintahan, presensi digital untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai, rapat koordinasi bulanan dilakukan secara virtual guna meningkatkan efisiensi dan membiasakan penggunaan teknologi dalam kerja pemerintahan.

“Birokrasi harus modern dan adaptif. Kita harus bergerak lebih cepat dan transparan,” tegas Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta agar tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, Wabup menyoroti persoalan ekonomi masyarakat. “Masih ada warga yang bingung membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari dan bahkan kesulitan membayar zakat fitrah. Pemerintah Daerah harus hadir untuk membantu mereka,” ujarnya.

Ia juga meminta pengawasan ketat terhadap harga komoditas pangan. Saat ini, harga gabah berada di angka Rp6.500 per kilogram, sementara harga jagung Rp5.500 per kilogram. “Harga harus stabil, agar tidak merugikan petani maupun konsumen,” tegasnya.

Di akhir rapat, Bupati H. Jarot kembali mengingatkan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas keuangan, terutama dalam menghadapi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga :  Bupati Terpilih H. Syarafuddin Jarot Bangun Komunikasi dengan Pemerintah Pusat, Pastikan Program Prioritas Terealisasi

“Pemerintahan yang bersih dan akuntabel adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah. Kita semua harus bertanggung jawab dan bekerja maksimal untuk masyarakat,” pungkasnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *