Sumbawa Barat – Irigasi Tiu Suntuk akan mulai dibangun pada tahun 2027. Kabar ini muncul setelah Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., bertemu langsung dengan Direktorat Irigasi dan Rawa, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Seperti dilansir dari laman resmi Prokopim Sumbawa Barat, dalam pertemuan tersebut, Bupati membawa langsung aspirasi para petani di Kecamatan Jereweh yang hingga kini belum merasakan manfaat penuh dari Bendungan Tiu Suntuk yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Mei 2024 lalu.
Bupati yang hadir didampingi Kepala Dinas PUPR KSB, Syahril, dan jajaran, menjelaskan bahwa bendungan yang sudah selesai dibangun itu belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena belum tersambung jaringan irigasi. Padahal, bendungan ini memiliki potensi layanan awal seluas 1.900 hektare dan bisa dikembangkan menjadi lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian.
“Para petani hanya bisa menanam satu kali setahun. Bahkan tahun lalu, mereka gagal tanam karena tidak ada pasokan air. Harapan mereka sangat besar terhadap proyek irigasi ini,” ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jaringan irigasi ini sangat sejalan dengan visi Ketahanan Pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menyerahkan dokumen pendukung seperti Detail Engineering Design (DED), izin lingkungan, dan LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) kepada pihak kementerian.
Plt. Direktur Irigasi dan Rawa, Rosiandi Radi Wicaksono, menyampaikan apresiasinya atas komitmen kuat dari pemerintah daerah.
“Kami siap mendiskusikan lebih lanjut dari sisi teknis meskipun anggaran terbatas. Harapan kami, pembangunan jaringan irigasi Tiu Suntuk bisa dimulai pada tahun 2027,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam mendorong pemanfaatan penuh Bendungan Tiu Suntuk demi kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa Barat.(S1)
Komentar