Mataram — Aksi demonstrasi besar-besaran di Kota Mataram berakhir ricuh. Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB 2025 membakar Gedung DPRD NTB di Jalan Udayana, Mataram. Selain itu, sejumlah inventaris di dalam gedung ikut dijarah dan dibakar.
Kericuhan pecah sekitar pukul 12.30 WITA, ketika massa yang sebelumnya berorasi di depan Polda NTB bergerak menuju gedung dewan. Massa merusak pos satpam, mendobrak pintu utama, lalu membakar kursi dan dokumen di lobi. Api cepat merambat hingga ke ruang paripurna dan atap gedung. Asap hitam membubung tinggi dan membuat panik warga sekitar.
Di tengah kobaran api, massa juga menjarah barang-barang di dalam gedung, mulai dari komputer, kursi, TV, hingga lukisan. Sebagian barang dibawa keluar, sebagian lagi dibakar di jalan.
Polisi dan TNI yang dikerahkan sempat kewalahan menghadapi amukan massa. Aparat akhirnya melepaskan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan turun langsung ke lapangan, mengimbau warga agar tidak terprovokasi dan tetap tenang.
Aksi ini dipicu oleh enam tuntutan utama, termasuk penolakan RUU KUHAP, penghentian tindakan represif aparat, hingga desakan pencopotan Kapolri. Namun, aksi yang semula damai berubah menjadi anarkis dan menimbulkan kerugian besar. Hampir seluruh dokumen dewan hangus terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih berjaga di sekitar lokasi. Jalan Udayana ditutup untuk mengantisipasi kericuhan lanjutan.(S1)
Komentar